Tampilkan postingan dengan label tak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tak. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Maret 2014

Bunuh Diri Mulanya Tak Dianggap Tabu

Dalam tradisi mesir kuno, bunuh diri dianggap sebagai pilihan seseorang untuk mengakhiri hidup. Saat itu, masyarakat tidak menganggapnya sebagai hal yang tabu, melanggar moral, atau melanggar hukum. Untunglah kemudian aturan agama dan hukum mewarnai peradaban manusia hingga akhirnya dilarang.

Cerita soal bunuh diri sebenarnya sudah dikenal dalam kehidupan manusia ratusan tahun sebelum masehi. Satu tokoh pertama yang kemudian menjadi bahan perdebatan moral terkait bunuh diri adalah Socrates. Filosof yunani ini mengakhiri hidupnya dengan minum racun. Dia beranggapan bahwa manusia adalah milik Tuhan sehingga tidak berhak untuk memiliki apapun, termasuk hidup. Peristiwa ini terjadi sekitar 400 tahun sebelum masehi.

Terilhami oleh Socrates, salah satu pemimpin Yunani, Epicurus, bahwa menyarankan kepada pengikutnya untuk bunuh diri jika tidak ada lagi melihat peluang dalam hidupnya. Di Romawi bahkan sempat muncul kelompok masyarakat yang  menyelenggarakan pelatihan bunuh diri bagi orang yang memang ingin mengakhiri hidupnya.

Begitu agama memberi pengaruh kuat pada kehidupan manusia, bunuh diri lalu dianggap sebagai tabu, bahkan larangan. Masyarakat Eropa di Abad Pertengahan bahkan menghukum orang yang ketahuan mati bunuh diri. Hukumannya pun sangat sadis: kepala pelaku bunuh diri diletakkan di salah satu gerbang masuk kota, dan badannya dibuang ke luar wilayah kota untuk jadi santapan binatang buas.

Analisis sosiologis tentang bunuh diri, pertama kali dilakukan oleh Sosiolog Emile Durkheim pada tahun 1897. Hasil analisisnya ini dia tuliskan dalam buku berjudul ‘Le Suicides’. Di situ dia mengungkapkan bahwa pilihan bunuh diri bukanlah semata-mata persoalan pribadi. Menurut dia, kondisi masyarakat di sekitarnya ikut memberi pengaruh bagi terjadinya bunuh diri.

Di abad ke-20, penentangan terhadap bunuh diri pun semakin kuat. Beberapa negara bahkan membuat aturan hukum yang melarang bunuh diri. Menurut artikel yang termuat di injacobsmemory.org, Gereka Katolik Roma pada 1983 pernah mengeluarkan hukum yang melarang orang yang mati bunuh diri dikubur di pemakaman gereja dan menggunakan tata cara Katolik. Islam secara tegas mengharamkan bunuh diri. Agama lain juga memiliki aturan yang sama untuk melarang bunuh diri.
Read More..

Jumat, 27 Desember 2013

Penemuan Tak Sengaja yang Membuat Penemunya Kaya

Terkadang, peluang bisnis yang paling sukses dan menguntungkan berhasil dikembangkan tanpa rencana. Dari kejadian yang tidak terduga dan kemauan keras sang penemu, yang akhirnya membawa dirinya menjadi orang sukses dan kaya raya.

Berikut merupakan sebagian contoh orang-orang yang mendadak menjadi kaya raya karena kejadian yang tidak disengaja.


1. George De Mestral: Velcro

Mestral adalah seorang insinyur berkebangsaan Swiss. Pada suatu pagi yang cerah, dia berjalan melewati pedesaan. Dalam perjalanannya itu dia mengalami kesulitan saat harus melepas rontokan bunga thistle pada bajunya.

Dia pun berpikir bahwa hal itu mungkin bisa dijadikan sebuah temuan yang berguna. amenggunakan sebuah mikroskop, dia mempelajari rontokan thistle tersebut dan menemukan apa yang membuat tumbuhan itu lengket.

Dengan blatar belakang ilmuwan yang dimilikinya, dia pun menjadikannya sebuah produk yang ia namakan Velcro. Pada akhir 1950, dia mulai menjual produk itu. Pada tahun 1970, produk ini laris manis di pasar dunia hingga sekarang.


2. Percy Spencer: Microwave Oven


Percy Spencer adalah seorang sarjana teknik asal Amerika yang ditugaskan untuk meneliti sebuah mesin yang dapat mendeteksi pesawat musuh pada Perang Dunia 2 silam.

Pada waktu penelitiannya, dia secara tidak sengaja melelehkan sebuah permen di sakunya karena gelombang mikro yang terpancar dari mesin pendeteksi pesawat itu. Dia kemudian mencobanya pada jagung dan telur.

Akhirnya dia dan teman-temannya menyadari bahwa hal itu bisa dijadikan alat untuk memasak. Dia mengamankan temuannya itu dan mematenkannya pada tahun 1940. Dan penjualan produk itupun laris manis sampai saat ini.


3. Arthur Fry: Post-It Notes


Arthur Fry, seorang ilmuwan Amerika yang pada suatu hari minggu tahun 1973 di sebuah gereja, menemukan ide brilian ini.

Arthur mengalami momen tidak menyenangkan saat dia selesai membaca buku, dan saat dia ingin meneruskan membaca keesokan harinya dia lupa harus meneruskan dari halaman keberapa.

Dia pun berimajinasi jika saja dia menempelkan sebuah kertas kecil di antara halaman itu, hal itu akan menjadi pengingat yang lebih baik. Dan karena imajinasinya itulah dia menciptakan suatu produk yang akhirnya membuat dirinya kaya raya.


4. Joseph McVicker: Play-Doh


Tahukah anda, mainan malam berwarna yang biasanya dipakai sebagai mainan anak-anak? Pada tahun 1952, seorang pria bernama Joseph McVicker hanyalah seorang pegawai biasa yang bekerja pada perusahaan bernama Kutol.

Pada suatu hari, adik ipar wanitanya menggagas suatu ide. Sang adik mengumpulkan cairan pembersih racun di tempatnya bekerja. Joseph pun melihat ini sebagai peluang bisnis untuk menghasilkan uang.

Dia pun memberikan pewarna ke sebuah adonan yang membuat adonan itu menarik. Beberapa waktu setelah itu, Joseph mendirikan sebuah perusahaan dan mendapatkan untung jutaan dollar.


5. Robert Chesebrough: Vaseline


Robert Chese Brough baru berumur 22 tahun saat dia memutuskan untuk bekerja di industri minyak. Pada suatu hari, dalam suatu sumur minyak, dia menemukan suatu cairan minyak yang biasanya disebut sebagai salah satu bahan batang lilin.

Namun dia melihat bahwa bahan tersebut dapat menyembuhkan luka pada kulit manusia. Jiwa kewirausahaannya mendorong dia untuk membawa bahan itu ke rumah dan menelitinya.

Setelah beberapa percobaan dan gagal, dia berhasil mengekstrak petroleum jelly yang akhirnya menjadi bentuk awal dari Vaseline. Pada tahun 1880, Robert mendadak kaya setelah dia menjual hasil penemuannya itu.


6. Leo Hendrik Baekeland: Bakelite


Pada tahun 1907, seorang ahli kimia Belgia bernama Leo Baekeland menemukan polimer Bakelite. Polimer ini merupakan bahan penting untuk peralatan dapur, radio dan telepon.

Dia secara tidak sengaja menemukannya saat berencana membuat pengganti lak (pelapis kayu), namun gagal. Dia pun mencoba memanaskan elemen gagal itu pada sebuah teko besi dan tidak menyangka dia telah menemukan Bakelite.

Pada tahun 1910, dia membangun perusahaan di bidang peralatan dapur dan tidak membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan profit jutaan dolar.


7. Roy Plunkett: Teflon


Roy Plunkett merupakan seorang ilmuwan asal Amerika yang pada tahun 1938 tidak sengaja menemukan bahwa Freon yang dibiarkan begitu saja dapat berubah mengeras dan berwarna seperti putih lilin.

Namun bukannya membuangnya, dia memutuskan untuk meneliti dan menemukan bahwa material tersebut mengandung sesuatu yang tidak biasa.

Pada tahun 1945, ide tersebut dia beri merk dagang dan dalam beberapa tahun perusahaannya memperoleh profit miliaran dollar. Dia menyatakan pensiun pada tahun 1975.


8. William Henry Perkin: Mauveine


Henry Perkin adalah seorang ahli kimia asal Inggris yang menemukan Mauveine, pewarna sintetis pertama, saat dia berumur 18 tahun. Dia menemukan pewarna tersebut secara tidak sengaja saat mencoba memproduksi obat untuk malaria.

Tidak lama setelah itu, dia mempatenkan proses pembuatannya, dan satu tahun kemudian dia membangun sebuah pabrik bernama Greenford Green.

Ia memulai bisnisnya dengan menjual pewarna tersebut dan cukup laris. Pada akhir tahun 1860, Mauveine telah tersebar di seluruh negara dan William menjadi miliuner sebelum berumur 36 tahun.

Dia kemudian menjual perusahaannya untuk membeli sebuah laboratorium untuk melakukan penelitian lainnya.


9. Harry Coover: Super Glue


Hal paling lucu dibalik penemuan lem super paling populer sedunia ini adalah bahwa sebenarnya lem ini terbuat karena kegagalan sebuah eksperimen yang dilakukan oleh ahli kimia bernama Harry Coover.

Pada awalnya, pria ini bereksperimen membuat sebuah gun sight (kaca pembidik pada senjata) yang terbuat dari plastik menggunakan senyawa kimia cyanoacrylate.

Namun eksperimen itu gagal total dan berakhir menjadi lem berkekuatan super yang dinamakan Super Glue. Produk ini menjadi sangat populer dan laris di pasar dan terjual sebanyak 2 triliun produk hingga sekarang. Hal ini merupakan kegagalan paling menguntungkan yang pernah ada.


10. Frank Epperson: Popsicle


Pada tahun 1905, seorang bocah bernama Frank Epperson secara tidak sengaja meletakkan campuran air dan bubuk soda dengan sebuah tongkat kecil di dalam sebuah gelas.

Dia tidak tahu kalau hal itu adalah awal mula ditemukannya es lolipop. Namun demikian, baru pada tahun 1923, dia merealisasikan kejadian itu menjadi sebuah ide.

Pada mulanya Frank membuka sebuah toko minuman dan menjual es lolipop yang saat itu dinamakan "Eppsicles". Selanjutnya, es ini berubah nama dan dipatenkan oleh perusahaan Popsicle. Pada tahun 1928, penjualan Popsicle tersebut lebih dari 60 juta kemasan di seluruh dunia. 
 
 
sumber
Read More..

Kamis, 26 Desember 2013

Tips untuk orang tak hensem

Salam semua,




Tips bagi yg merasa sebagai lelaki tak hensem (maaf ini hanya bergurau, jgn disimpan dalam hati ya bro!)


1. Jangan putus asa, tidak semua orang menilai manusia dari fizikalnya, boleh juga dinilai dari rumahnya, keretanya, pangkatnya, atau wang simpanannya ^^
DONT JUDGE THE BOOK BY THE COVER

2. Jangan salahkan diri anda kalau anda tak hensem, salahkanlah orang tua, kerana tak hensem itu
keturunan.. iya kan??
LIKE FATHER LIKE SON


3. Perbaiki kecantikan dalaman anda, itu kalau berasa sisi luar anda memang hampeh.
THE BEAUTY IS UNDER THE SKIN

4. Jgn sakit hati kalau dikatakan tak hensem, buat **** jer, ingat film Beauty and The Beast kan?
NO GAIN WITHOUT PAIN

5. Jadilah diri anda sendiri, kalau anda tak hensem, bersyukurlah. Mungkin kalau anda hensem
anda akan banyak dosa
JUST BE YOURSELF

6. Kalau orang lain menilai anda tak hensem, jangan ambil hati, penilaian manusia tidak selalu
benar (mungkin anda sebenarnya lebih tak hensem lagi huhu)
THE TRUTH IS OUT THERE

7. Yang cakap – tak hensem itu bergantung kepada alam sekitar anda,misalnya anda disini tak hensem tapi di Afrika boleh jadi paling hensem tu bro, makanya pindah ke sana aja hehehehe
THE RIGHT MAN IN THE WRONG PLACE

8. Cinta tidak memandang hensem atau tak hensem. Tak percaya? Tanyakan perkara ini kepada orang yang tak hensem…
LOVE IS BLIND

Kalau anda membaca tips ini sampai habis, bererti anda memang merasakan anda tak hensem..

Kalau anda sendiri rasa diri anda tak hensem, apalagi orang lain melihat anda….

Jangan menganggap kalau anda merasa tak hensem itu anda low profile,
percayalah..orang lain pun akan setuju dgn pendapat anda
jadi percayalah pada kata hati anda (kalau anda tak hensem)…

Kalau anda tersinggung dengan artikel ini, ini bererti betul.. anda memang tak hensem.
maaf.. cuma bergurau.
~sumber~








Read More..

Jumat, 22 November 2013

Uang Tak Bisa Bikin Bahagia Apa yang Bisa

Bigberita  - Setiap hari berbagai kegiatan dilakukan seluruh umat manusia di dunia. Uang seringkali menjadi alasan utama setiap orang untuk beraktivitas baik di kantor atau di manapun. Bahkan banyak juga yang mengatakan, uang adalah sumber kebahagiaan. Namun benarkah uang bisa membuat orang bahagia?



Seperti dilansir dari CNBC, Jumat (13/9/2013) jawabannya adalah tidak bisa. Menurut studi terbaru yang dilakukan pakar sejarah ekonomi Robert Skidelsky bukan uang yang bisa memberikan kebahagiaan tapi kecukupan antara kebutuhan dan jumlah uang yang dimiliki. Penelitian yang dilakukan Skidelsky fokus menganalisa hubungan antara kekayaan dan kebahagiaan.
"Anda bertanya, apakah uang bisa membuat orang bahagia? hasil penelitian kami menjawab tidak. Bukti yang kami dapatkan adalah seiring dengan bertambahnya kekayaan Anda, kebahagiaan Anda tidak bertambah," ujar Skidelsky, penulis buku `How Much is Enough?.

Dikutip dari bukunya, bahan-bahan pokok yang dapat menciptakan kebahagiaan dalam hidup seseorang adalah kesehatan, pendidikan, kenyamanan, persahabatan dan harmonisasi dengan alam. Sementara menurut profesor politik ekonomi di University of Warwick ini, bekerja demi uang dapat lebih mengganggu kenyamanan pribadi, dibandingkan orang-orang yang mau beristirahat dari pekerjaannya.
"Hidup yang baik berisi tiga bahan pokok tersebut. Saat Anda sudah memperoleh cukup uang untuk memiliki tiga bahan tersebut, tapi Anda tetap bekerja demi uang, maka itu merupakan hal yang konyol," ujar Edward yang berprofesi sebagai pakar filsafat dan merupakan anak dari Skidelsky.

Penelitian tersebut terinspirasi dari John Maynard Keynes yang memprediksi pendapatan per kapita masyarakat dunia akan terus meningkat dan kebutuhan pokok banyak orang akan terpenuhi. Artinya, untuk bahagia, seseorang tak perlu bekerja lebih dari 15 jam per mingu.
Mengejar banyak uang diumpamakan Skidelsky seperti sedang berjalan di atas treadmill yang tak ada ujungnya. Anda hanya terus menambah jumlahnya tapi tak tahu bagaimana menggunakannya agar Anda bahagia.

"Pasar tenaga kerja dikendalikan para bos dan bukan para karyawan, jadi masyarakat tak memiliki wewenang untuk mengatur kondisi kerja sesuai dengan keinginannya sendiri," jelasnya. Padahal menurut dia, kebebasan merupaka salah satu faktor yang bisa memberikan kenyamanan, salah satu syarat bahagia.

Maka untuk bahagia tak perlu uang banyak, Anda hanya perlu memiliki uang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan Anda. Jika kebutuhan Anda tercukupi, Anda akan memiliki tiga faktor penting pencipta kebahagiaan hidup


dikutip dari liputan6.com
Read More..